• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, Agustus 17, 2026
Gali Kabar
  • Home
  • News
  • Ekobis
  • Kesehatan
  • Travel
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekobis
  • Kesehatan
  • Travel
  • Video
No Result
View All Result
Gali Kabar
No Result
View All Result
Beranda Ekonomi dan Bisnis

Batik Kujur, Warisan Budaya yang Hadirkan Identitas Baru Kota Tambang Tanjung Enim

Waktu baca:2 menit
0
Batik Kujur, Warisan Budaya yang Hadirkan Identitas Baru Kota Tambang Tanjung Enim

Oplus_16908288

Foto : Meninjau kerajinan Batik Kujur binaan PTBA Tbk

Baca Juga

Khidmat Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Tebar Kepedulian Lewat 20 Hewan Kurban

Presiden Prabowo Berkurban Sapi Limosin Berat 970 Kg Tiba di Muara Enim

Optimalkan PAD, Bupati Muara Enim Bidik Potensi PBBKB Industri hingga Rp600 Miliar per Tahun

MUARA ENIM I galikabar.com – Di tengah hiruk-pikuk Tanjung Enim yang dikenal sebagai kota tambang, terdapat secarik kain yang menyimpan cerita panjang: Batik Kujur. Tidak hanya sekadar kain, batik Kujur merupakan warisan budaya yang merekam identitas masyarakat lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Tanjung Enim.

Nama “Kujur” sendiri diambil dari senjata tradisional masyarakat setempat, menyerupai tombak yang digunakan sejak masa lampau. Dalam filosofi masyarakat, kujur bukan sekadar alat pertahanan, tetapi simbol keberanian, kehormatan, dan kekuatan hidup.

Foto : Pose bersama

Ahmad Syahdan, Ketua SIBA Batik Kujur, masih ingat betul bagaimana ia pertama kali mengenal dunia batik. Pada akhir 2018, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memperkenalkan batik kepada warga Dusun Tanjung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Awal Januari 2019, ia bersama pengrajin lainnya mendapat pelatihan membatik, manajemen usaha, hingga pengelolaan keuangan.

“Selain sosialisasi, PTBA memfasilitasi kami dengan peralatan, bahan, hingga pemasaran. Kami juga diajarkan cara mengelola kelompok, meningkatkan kinerja, dan mengembangkan produksi. Semua masih terus berjalan sampai sekarang,” jelas Syahdan.

*Tiga Motif Awal Penuh Makna*
Sejak diluncurkan pada 2 Maret 2019, Batik Kujur memulai perjalanannya dengan tiga motif utama: Keris, Bunga Tanjung, dan Padi.

Keris melambangkan pusaka dan keberanian.

ADVERTISEMENT

Bunga Tanjung menjadi ikon kota, terkenal dengan wangi semerbak dan pohonnya yang tumbuh di sepanjang jalan.

Padi melambangkan kesatuan dan kemakmuran bagi masyarakat Lawang Kidul dan Tanjung Enim.

“Ketiga motif itu adalah identitas awal kami. Ke depan, kami masih bisa mengembangkan banyak motif lain sesuai kekayaan budaya Tanjung Enim,” jelas Syahdan.

*Rezeki dari Selembar Kain*
Kini, membatik telah menjadi sumber nafkah baru. Diakui Syahdan, dari hasil penjualan batik, dirinya mampu memperoleh penghasilan kotor Rp7–10 juta per bulan, dengan pendapatan bersih sekitar Rp4 juta.

“Alhamdulillah, 80 persen kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi dari batik, termasuk biaya sekolah anak-anak,” katanya.

Menariknya, motif yang diminati pembeli sering menyesuaikan dengan momen atau festival yang sedang berlangsung. Saat ada festival durian, muncul permintaan batik dengan motif durian. Begitu pula dengan festival kopi, motif kopi pun menjadi primadona.

Harga Batik Kujur sendiri berkisar antara Rp250 ribu per lembar untuk bahan katun premis (2,5 meter), hingga Rp500 ribu per lembar untuk katun sutra atau silk.

*Tantangan Produksi dan Harapan ke Depan*
Meski permintaan terus meningkat, para pengrajin masih menghadapi keterbatasan modal dan stok. Idealnya, setiap kelompok bisa menyediakan 100–200 lembar batik. Namun saat ini, sebagian besar baru mampu menghasilkan kurang dari 10 lembar per motif.

“Kami masih fokus di kain. Belum berani banyak masuk ke produk fashion karena keterbatasan modal dan keterampilan jahit,” kata Syahdan.

Meski begitu, dukungan PTBA melalui Rumah BUMN memberi semangat tersendiri. Rumah BUMN membantu memasarkan Batik Kujur agar menjangkau pasar yang lebih luas.

*Identitas Baru Kota Tambang*
Dari kampung kecil yang dulunya tak mengenal batik, kini tumbuh sentra pengrajin dengan karya yang diakui. Batik Kujur bukan hanya karya seni, melainkan jalan menuju kemandirian ekonomi dan pelestarian budaya lokal.

Dari tambang ke kain, dari kujur ke motif, Batik Kujur membuktikan bahwa identitas budaya bisa menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada PTBA. Dulu kami sama sekali tidak bisa membatik, sekarang sudah bisa menjual karya. Harapannya ke depan, Batik Kujur semakin mapan, punya stok yang cukup, bahkan bisa merambah dunia fashion. Semoga Batik Kujur menjadi kebanggaan Tanjung Enim,” tutup Syahdan. (Sw)

ShareTweetPin

Baca Juga Posts

Khidmat Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Tebar Kepedulian Lewat 20 Hewan Kurban
Headline

Khidmat Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Tebar Kepedulian Lewat 20 Hewan Kurban

Rabu, 27 Mei 2026
Presiden Prabowo Berkurban Sapi Limosin Berat 970 Kg Tiba di Muara Enim
Ekonomi dan Bisnis

Presiden Prabowo Berkurban Sapi Limosin Berat 970 Kg Tiba di Muara Enim

Selasa, 26 Mei 2026
Optimalkan PAD, Bupati Muara Enim Bidik Potensi PBBKB Industri hingga Rp600 Miliar per Tahun
Kesehatan & Pendidikan

Optimalkan PAD, Bupati Muara Enim Bidik Potensi PBBKB Industri hingga Rp600 Miliar per Tahun

Senin, 25 Mei 2026
Bupati Muara Enim Perkuat Sinergi Antar Daerah, Tindaklanjuti Kerja Sama dengan Kabupaten Kaur
Ekonomi dan Bisnis

Bupati Muara Enim Perkuat Sinergi Antar Daerah, Tindaklanjuti Kerja Sama dengan Kabupaten Kaur

Jumat, 22 Mei 2026
Kebudayaan Serasan Sekundang Muara Enim menggema di Festival Sriwijaya 2026
Ekonomi dan Bisnis

Kebudayaan Serasan Sekundang Muara Enim menggema di Festival Sriwijaya 2026

Jumat, 15 Mei 2026
Siapkan Generasi Qur’ani dan Berakhlak Mulia, Pondok Pesantren Salafiyah Assyari’ah Buka PPDB Tahun Ajaran 2026/2027
Headline

Siapkan Generasi Qur’ani dan Berakhlak Mulia, Pondok Pesantren Salafiyah Assyari’ah Buka PPDB Tahun Ajaran 2026/2027

Jumat, 15 Mei 2026
Post Berikutnya
Berlaga di Pornas KORPRI 2025, 7 ASN di Dukung Penuh Bupati Muara Enim

Berlaga di Pornas KORPRI 2025, 7 ASN di Dukung Penuh Bupati Muara Enim

Kejar Realisasi Penerimaan DBH, Bupati Muara Enim Minta Kewenangan Pemprov Tagih Piutang PKB

Kejar Realisasi Penerimaan DBH, Bupati Muara Enim Minta Kewenangan Pemprov Tagih Piutang PKB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

Diberi Tumpangan Gratis, Motor Mantan Kades Diembat Juga

Diberi Tumpangan Gratis, Motor Mantan Kades Diembat Juga

Kamis, 29 September 2022
Operasi Sikat Musi 2022, Polres Muara Enim Amankan Puluhan Pelaku Kejahatan 3C

Operasi Sikat Musi 2022, Polres Muara Enim Amankan Puluhan Pelaku Kejahatan 3C

Jumat, 8 April 2022
Tinggal Kecamatan Muara Enim Masih Berstatus Zona Merah

Tinggal Kecamatan Muara Enim Masih Berstatus Zona Merah

Minggu, 18 Juli 2021

Popular Stories

  • Polsek Lawang Kidul Amankan Pelaku Sodomi Anak Dibawah Umur

    Polsek Lawang Kidul Amankan Pelaku Sodomi Anak Dibawah Umur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dp Rp3,3 juta Sudah Dapat Kredit Rumah, Ini penjelasanya Sekretaris REI Muara Enim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejari OKI Akan Periksa 8 Kades di Kecamatan Pedamaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinilai Cacat Hukum, Pengacara Minta Pasutri Terdakwa Kasus Perampasan Hak dan Pemalsuan Data Dibebaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di Muara Enim Terancam Ditunda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Gali Kabar

© 2021 Galikabar.com

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekobis
  • Kesehatan
  • Travel
  • Video

© 2021 Galikabar.com