• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Jumat, April 24, 2026
Gali Kabar
  • Home
  • News
  • Ekobis
  • Kesehatan
  • Travel
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekobis
  • Kesehatan
  • Travel
  • Video
No Result
View All Result
Gali Kabar
No Result
View All Result
Beranda Headline

USS Membangun Kelembagaan Masyarakat Tani dalam Program Ketahanan Pangan Nasional

Waktu baca:2 menit
0
USS Membangun Kelembagaan Masyarakat Tani dalam Program Ketahanan Pangan Nasional

Foto : Sosialisasi kegiatan kelembagaan masyarakat tani di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan

Baca Juga

Dilaporkan ke Inspektorat hingga DPR RI, Oknum Kades AY Terancam Kehilangan Jabatan

Oknum Kades di Muara Enim Dilaporkan ke Polda Sumsel, Diduga Serobot Lahan Warga

PTBA Perkuat Pemulihan Psikologis dan Sarana Pendidikan Pascabanjir Sumatera

PALEMBANG I galikabar.com – Teknologi dan menajamen perlu dikembangkan pada kelembagaan usahatani sebagai sarana pembelajaran (knowledge transfer) dan usaha bersama untuk memperkuat posisi tawar (bargaining position) dalam suatu usaha kolektif yang profesional.

Usaha tani padi sawah saat ini didominasi oleh petani dengan kepemilikan lahan sempit. Upaya apapun yang dilakukan terhadap petani dengan skala sempit tidak akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini disebabkan usahatani tidak memenuhi skala ekonomi minimal.

Kepemilikan lahan sempit juga akan menyulitkan dalam penerapan mekanisasi, rendahnya motivasi petani dalam penggunaan benih unggul bermutu, dan pengelolaan usahatani menjadi tidak efisien.

Selain itu, fragmentasi lahan yang sempit tersebut juga menyebabkan penanaman tidak serempak. Hal tersebut berdampak negatif terhadap risiko hama dan penyakit karena selalu ada pertanaman di lapangan dengan berbagai fase pertumbuhan.

Ditambah lagi, pemerintah mendorong untuk bertanam padi terus-menerus sepanjang tahun dalam rangka memenuhi kebutuhan beras yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang pesat.

“Hal tersebut juga berkontribusi terhadap risiko hama dan penyakit. Masalah tersebut jika dibiarkan dapat menurunkan kemampuan petani melakukan produksi pertanian,” ujar Amiruddin Saleh kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) IPB-University.

ADVERTISEMENT

Hal ini dapat menjadi hambatan terhadap pencapaian ketahanan pangan nasional.
Oleh karena itu sangatlah penting dilakukan penerapan manajemen kelembagaan pada sistem pertanian.

Supaya usaha tani menjadi lebih efisien dan menguntungkan serta menyejahterakan petani. Dengan skala yang lebih luas, maka mekanisasi bisa dilakukan. Hasil panen bisa diolah lebih lanjut menjadi beras.

Produk sampingnya berupa menir, bekatul, sekam dan lain-lain bisa diolah dan dijual dengan nilai ekonomi lebih baik. Motivasi untuk adopsi teknologi akan meningkat termasuk penggunaan benih bermutu dari varietas unggul dimana sampai saat ini masih rendah (< 50%).

Usaha tani padi sawah saat ini didominasi oleh petani dengan kepemilikan lahan sempit (< 0.7 ha). Pengembangan model kelembagaan petani sangat relevan, sehingga model kelembagaan yang dihasilkan penelitian IPB diharapkan dapat diimplementasikan di Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan.

Selain pengembangan kelembagaan petani diharapkan juga diikuti oleh introduksi teknologi hasil penelitian IPB. Salah satu teknologi IPB yang diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat petani adalah varietas padi unggul tipe baru IPB3S, varietas lainnya yang telah dijadikan varietas unggul nasional.

Menurut Dr. Ir. Johan David Wetik (tenaga ahli P2SDM IPB- University) varietas tersebut diharapkan bisa menjadi alternatif varietas padi yang dikembangkan.

Disamping itu diintrodusir sistem pemupukan yang terbarukan seperti: pupuk asam humat substitusi pupuk kandang dan pupuk pelarut cair substitusi pupuk butiran.
Dalam era industri 4.0 saat ini, IPB mendorong pengembangan Kelembagaan petani padi yaitu Komunitas Estate Padi (KEP) dan juga aplikasi agrosistem cerdas dalam sistem produksi hingga pemasaran produk hasil pertaniannya.

Sistem cerdas mana yang dikembangkan diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani. Dalam impelementasinya akan sangat efektif jika teknologi sistem cerdas tersebut ditransfer melalui suatu kelembagaan yang sudah solid (bukan perorangan) karena teknologi sistem cerdas memerlukan wawasan, tingkat pengetahuan dan skill yang lebih tinggi.

Kelembagaan petani (KEP) diharapkan mampu menerima, mengaplikasikan dan menyebarluaskan teknologi tersebut kepada para petani Kelompok Lumbung Pangan ”Sukaratu” di Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan secara nasional.

Ir. Budi Fachrudin, MSi sebagai tuan rumah kegiatan Seminar Nasional yang berjudul ”Membangun Kelembagaan Masyarakat Tani dalam Program Ketahanan Pangan Nasional” mengharapkan keberhasilan implementasi program KEP berbasis sistem pemupukan semi organik, pembenah tanah, dan varietas padi unggul (IPB3S & produk Kementan) dapat diterapkan di tempat lain. Lebih-lebih untuk pembukaan baru di lahan sub optimal. (DN)

 

ShareTweetPin

Baca Juga Posts

Dilaporkan ke Inspektorat hingga DPR RI, Oknum Kades AY Terancam Kehilangan Jabatan
Headline

Dilaporkan ke Inspektorat hingga DPR RI, Oknum Kades AY Terancam Kehilangan Jabatan

Jumat, 24 April 2026
Oknum Kades di Muara Enim Dilaporkan ke Polda Sumsel, Diduga Serobot Lahan Warga
Headline

Oknum Kades di Muara Enim Dilaporkan ke Polda Sumsel, Diduga Serobot Lahan Warga

Minggu, 19 April 2026
PTBA Perkuat Pemulihan Psikologis dan Sarana Pendidikan Pascabanjir Sumatera
Headline

PTBA Perkuat Pemulihan Psikologis dan Sarana Pendidikan Pascabanjir Sumatera

Selasa, 14 April 2026
Perkuat Komitmen SDGs, PTBA Gelar Khitanan Gratis Bagi 500 Anak di Ring 1 Perusahaan
Headline

Perkuat Komitmen SDGs, PTBA Gelar Khitanan Gratis Bagi 500 Anak di Ring 1 Perusahaan

Selasa, 14 April 2026
PTBA Dukung Film Dokumenter “The Mind Journey”
Headline

PTBA Dukung Film Dokumenter “The Mind Journey”

Kamis, 9 April 2026
PTBA Cetak Pertumbuhan Operasional, Produksi dan Penjualan Meningkat di Tengah Dinamika Harga Global 2025
Ekonomi dan Bisnis

PTBA Cetak Pertumbuhan Operasional, Produksi dan Penjualan Meningkat di Tengah Dinamika Harga Global 2025

Jumat, 3 April 2026
Post Berikutnya
Bupati Askolani : Banyuasin Siap Menjadi Tuan Rumah Peringatan Harganas

Bupati Askolani : Banyuasin Siap Menjadi Tuan Rumah Peringatan Harganas

84 Warga Penerima Manfaat di Desa Matas Muara Enim Terima BLT Dana Desa

84 Warga Penerima Manfaat di Desa Matas Muara Enim Terima BLT Dana Desa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

Pencanangan Jalan Tol, Dua Menteri Siap Kunjungi Muara Enim

Senin, 8 April 2019
PT Bukit Asam Bersama PT Jasa Marga Groundbreaking PLTS di Jalan Tol Bali Mandara

PT Bukit Asam Bersama PT Jasa Marga Groundbreaking PLTS di Jalan Tol Bali Mandara

Senin, 7 Maret 2022
Pj. Bupati Ajak Masyarakat Doakan Muara Enim Makin Maju dan Sejahtera

Pj. Bupati Ajak Masyarakat Doakan Muara Enim Makin Maju dan Sejahtera

Rabu, 13 November 2024

Popular Stories

  • Polsek Lawang Kidul Amankan Pelaku Sodomi Anak Dibawah Umur

    Polsek Lawang Kidul Amankan Pelaku Sodomi Anak Dibawah Umur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dp Rp3,3 juta Sudah Dapat Kredit Rumah, Ini penjelasanya Sekretaris REI Muara Enim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejari OKI Akan Periksa 8 Kades di Kecamatan Pedamaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinilai Cacat Hukum, Pengacara Minta Pasutri Terdakwa Kasus Perampasan Hak dan Pemalsuan Data Dibebaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di Muara Enim Terancam Ditunda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Gali Kabar

© 2021 Galikabar.com

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekobis
  • Kesehatan
  • Travel
  • Video

© 2021 Galikabar.com