Foto : Pose bersama
MUARA ENIM I galikabar.com – Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si meminta setiap perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muara Enim wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Kabupaten Muara Enim dengan tujuan meningkatkan penerimaan daerah, memperkuat kontribusi pajak untuk pembangunan, serta memastikan pelaksanaan program Corporate Social Responsibility–Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR-TJSL) berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Penegasan tersebut disampaikan Wabup pada Rapat Evaluasi Pelaksanaan Forum CSR-TJSL Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 yang dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Muara Enim, Mukarto, S.H., dan diikuti 27 perusahaan di Ballroom The Melio Enim Hotel, Rabu (10/12).
Wabup melanjutkan bahwa kebijakan wajib NPWP Muara Enim ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah, tetapi juga memastikan kontribusi dunia usaha melalui CSR-TJSL dapat terintegrasi dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Non APBD.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat adanya pemotongan dana transfer pusat pada tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun, yang berdampak pada keterbatasan pembiayaan pembangunan daerah.
Dengan adanya NPWP lokal, perusahaan diharapkan lebih bertanggung jawab dan berkomitmen dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim, H. Emran Tabrani, M.Si., Wabup menambahkan terkait realisasi CSR semester pertama tahun 2025 mencapai Rp46,646 miliar dari 20 perusahaan, serta dana peran serta sebesar Rp2,478 miliar dari 25 perusahaan hingga akhir November 2025.
Hal ini menjadi bukti nyata komitmen atau kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah. Wabup menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi serta berharap komitmen tersebut dapat direplikasi oleh perusahaan lain sehingga dengan sinergi NPWP lokal, CSR-TJSL, dan RKPD Non APBD, visi misi MEMBARA, Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera, Maju dan Berkelanjutan dapat segera terealisasi. (Sw)












