Foto : Tim Emergency Response Team (ERT) PTBA berfoto bersama saat mengikuti ajang IMERC 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur. (Dok. PTBA)
TANJUNG ENIM I galikabar.com – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan operasional pertambangan melalui penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan Tim Tanggap Darurat atau Emergency Response Team (ERT).
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keberhasilan Tim ERT PTBA meraih tiga prestasi dalam ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang diselenggarakan di Garuda Rescue Nusantara (GRN), Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 6–9 Agustus 2026.

Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan di lingkungan operasional pertambangan.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas utama perusahaan yang harus didukung oleh kesiapan personel, keterampilan teknis, serta koordinasi yang solid.
“Bagi PTBA, keselamatan merupakan prioritas yang harus didukung oleh kesiapan personel, keterampilan, dan koordinasi yang baik. Melalui partisipasi dalam IMERC, kami berharap Tim ERT dapat terus mengembangkan kompetensi, belajar dari pengalaman tim lain, serta menerapkan berbagai pembelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Bambang.
Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, melainkan menjadi bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi dalam meningkatkan profesionalisme tim tanggap darurat.
Dalam IMERC 2026 yang mengusung tema “Face Up”, sebanyak 24 tim ERT dari Indonesia dan Australia mengikuti berbagai tantangan yang dirancang menyerupai kondisi kedaruratan sesungguhnya.
Beragam kemampuan diuji dalam kegiatan tersebut, mulai dari penyelamatan korban kecelakaan kendaraan, penyelamatan bawah air dan vertikal, penanganan keadaan darurat di ruang terbatas, pemadaman kebakaran, hingga keterampilan individu.
Melalui berbagai simulasi tersebut, personel dituntut memiliki ketahanan fisik dan mental, ketepatan mengambil keputusan, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama secara efektif dalam situasi penuh tekanan.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, IMERC juga memberikan kesempatan kepada Tim ERT PTBA untuk bertukar pengalaman dan mempelajari berbagai metode penyelamatan dari perusahaan pertambangan lainnya, termasuk peserta internasional.
Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam penyempurnaan program pelatihan, simulasi, serta prosedur penanganan keadaan darurat di lingkungan PTBA.
Bagi perusahaan, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat tidak cukup hanya dibangun melalui pelatihan sesaat. Diperlukan evaluasi secara berkelanjutan dan latihan berkala agar setiap personel mampu memberikan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi situasi nyata.
IMERC sendiri merupakan wadah kolaborasi dan pengembangan kompetensi tanggap darurat di sektor pertambangan yang memiliki tiga pilar utama, yakni Challenge, Training, dan Charity.
Selain kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan Incident Management Training dengan melibatkan instruktur dari Australia guna memperkuat pemahaman peserta mengenai manajemen insiden serta pengambilan keputusan dalam kondisi darurat.
Sementara itu, melalui pilar Charity, kegiatan IMERC turut menghadirkan aksi sosial berupa penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan Al-Firdaus di Kalimantan Selatan.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, PTBA terus berupaya membangun tim tanggap darurat yang kompeten, tangguh, profesional, dan adaptif terhadap berbagai tantangan di lapangan.
Keberhasilan meraih tiga prestasi pada IMERC 2026 diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.
PTBA meyakini bahwa keberhasilan sistem tanggap darurat bukan hanya diukur dari prestasi dalam kompetisi, tetapi juga dari kemampuan personel menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam situasi sebenarnya.
Sebab, dalam setiap kondisi darurat, kecepatan respons, ketepatan tindakan, dan soliditas kerja sama tim merupakan faktor penting dalam menyelamatkan jiwa serta menjaga keselamatan operasional pertambangan.
(Sw)










