Foto : Ilustrasi
OKI I galikabar.com – Sejumlah pimpinan Puskesmas di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengeluh karena Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) bulan Juli, Agustus dan September sampai saat ini belum cair. Sementara kegiatan layanan kesehatan khususnya pelayanan luar gedung membutuhkan dana operasial tidak bisa ditunda.
“Terpaksa kami pakai dana pribadi untuk setiap kegiatan.”kata salah satu pimpinan puskesmas di wilayah Kabupaten OKI, Rabu (26/10/22).
Pimpinan puskesmas ini, mengatakan, bahkan pihak puskesmas meminjam uang dari pihak luar, agar kegiatan pelayanan kesehatan tidak terhambat.
“Pokoknyo saat ini kondisi seluruh puskesmas lagi susah semua, karena BOK sampai saat ini belum cair, sementara sekarang sudah masuk bulan Oktober.” katanya.
Selain kegiatan kesehatan luar gedung yang harus dilaksanakan, seperti posyandu. Pihaknya saat ini lagi sibuk pada persiapan puskesmas menjadi badan layanan umum daerah (BLUD) yang kesemuanya membutuhkan dana.
Berapa kali ada kegiatan sosialisasi untuk BLUD kami datang ke Dinas Kesehatan, dan semua itu pakai biaya. “Saya sendiri sudah habis jutaan untuk BLUD ini.”ungkapnya.
Hal sama dikatakan, Pimpinan Puskemas Awal Terusan, Hj Meta, SKM, dikatakannya, pihaknya hanya bisa memberi pengertian kepada para stafnya terkait belum cairnya BOK, namun kendati demikian, kata dia, pelayanan kesehatan di puskesmasnya tetap berjalan.”Ya kita sangat berharap dana BOK cepat cair.”harap Meta.
Kepala Dinas Kesehatan OKI, H Iwan Setiawan, SKM,.MKes, melalui Menejer BOX Dinkes OKI, Ahmad Yani, SKM,.MKes, mengakui memang Dana Bantuan Operasional Kesehatan Juli, Agustus dan September 2022 belum cair. “Memang belum cair anggarannya dari pusat.”ujar Ahmad Yani.
Ahmad Yani berharap kepada para pimpinan puskesmas untuk bersabar. Karena dalam waktu dekat kemungkinan akan cair.” Sabar saja, nanti juga akan cair.”tandasnya.(ANSAH)












