Foto : SMK Negeri 3 Unggulan Kayu Agung
OKI I galikabar.com – Dugaan adanya jual beli buku mata pelajaran di SMA Negeri 3 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terhadap siswa yang dikeluhkan oleh wali murid yang terbit disejumlah media online, menjadi ramai komentar.
Seperti komentar akun FB Ferdinan yang mempertanyakan dana BOS sekolah tersebut. Menurut Ferdinan pihak sekolah bisa menggunakan dana BOS untuk membeli buku pelajaran.
“Dikemanakan dana BOS, padahal gunanya untuk meringankan beban murid.”komentar akun Ferdinan, seperti di kutip dari situs berita merdekanews.com
Adapun pembelian buku pelajaran tersebut untuk kurikulum merdeka belajar sebanyak delapan buku, dengan total dana Rp 960 ribu.
Humas SMA Negeri 3 Kayuagung, Lettorba Ramadhan, saat dikonfirmasi, Jum’at (28/10/22), menjelaskan, pembelian buku tersebut tidak dipaksakan.
“Kami hanya memfasilitasi, tidak ada paksaan, kalaupun tidak mau beli, juga tidak apa-apa.”jelas Lettorba, kepada media.
Dikatakannya, kondisi peralihan dari kurikulum yang lama, ke kurikulum merdeka belajar. Membuat para siswa tidak ada pegangan buku.
“Kami juga sebagai guru bingung, apa yang harus diajarkan kalau buku tidak ada.”terangnya.
Terikait penggunaan dana BOS untuk membeli buku tersebut, terang dia, untuk BOS di SMA Negeri 3 Kayuagung sudah dibelanjakan kebutuhan IPad.
“Dana BOS tidak bisa mengcover semua untuk belanja buku.”terangnya.
Kepala SMA Negeri 3 Kayuagung, Anis Joko Santoso, S.Pd,.MM, saat dikonfirmasi enggan menanggapi persoalan ini, menurut Anis hal tersebut hanya kesalahpahaman saja. “Maaf saya lagi posisi sedang nyetir.”tutup Anis.(ANSYAH)












