• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
Gali Kabar
  • Home
  • News
  • Ekobis
  • Kesehatan
  • Travel
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekobis
  • Kesehatan
  • Travel
  • Video
No Result
View All Result
Gali Kabar
No Result
View All Result
Beranda Business

Bukit Asam Bantu Kembangkan Industri Tusuk Sate Melalui Program Bamboo for Life

Indonesia Bisa Stop Impor Tusuk Sate

Waktu baca:3 menit
0
Bukit Asam Bantu Kembangkan Industri Tusuk Sate Melalui Program Bamboo for Life

Foto : Tampak pengrajin tusuk sate saat menyelesaikan pembuatan tusuk sate

Baca Juga

Peduli Generasi Masa Depan, PTBA Salurkan 1.250 Box Susu untuk Dukung Penanganan Stunting di Lawang Kidul

PTBA Gandeng UGM Uji Pupuk Kalium Humat di Sawahlunto, Dorong Produktivitas Pertanian

PTBA Raih Tiga Prestasi di IMERC 2026, Perkuat Kesiapsiagaan Tim Tanggap Darurat

LAMPUNG I galikabar com – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan sejak tahun 2018 telah melakukan pendampingan dan pengembangan produksi tusuk sate di Desa Sidomulyo. Bekerja sama dengan Paguyuban Krajan, produksi tusuk sate melibatkan penduduk lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan lainnya (janda, difabel, dan rumah tangga miskin).

Saat ini sudah ada 23 kelompok pembuatan tusuk sate dengan 129 anggota yang diberdayakan. Total penerima manfaat program ini mencapai 651 orang.

Ketua Paguyuban Krajan, Samadi, mengungkapkan bahwa pengembangan produksi tusuk sate ini membantu mengatasi masalah pengangguran di Desa Sidomulyo. Setiap anggota kelompok pembuatan tusuk sate bisa memperoleh pendapatan Rp 1,2 juta per bulan dari usaha ini.

Foto : Produksi tusuk sate dari para pengrajin yang siap di pasarkan

“Produksi tusuk sate setiap hari bisa 5 kg per orang. Dengan harga tusuk sate Rp 8.000 per kg, penghasilan yang mereka peroleh bisa Rp 1,2 juta per bulan. Dan itu kerja sambilan mereka, bisa dikerjakan dengan santai,” kata Samadi.

Hal ini disampaikan dalam Webinar E2S Proving League 2022 yang bertema _CSR Collaborations: Building Community Resilience and Local Livehoods Generations_ yang diselenggarakan pada Sabtu (23/7).

Pria berusia 49 tahun ini menuturkan, program pengembangan produksi tusuk sate berawal dari keprihatinannya akan ketergantungan Indonesia pada tusuk sate impor. Karena itu pada tahun ini, Samadi menargetkan dapat melibatkan hingga 1.000 orang lansia dalam produksi tusuk sate. Dengan demikian, kebutuhan tusuk sate bisa terpenuhi dari produksi dalam negeri.

ADVERTISEMENT

“Selama ini tusuk sate itu ternyata impor. Kebutuhannya di Jakarta dan Surabaya sebulan 4 kontainer. Satu kontainer itu 27 ton. Miris rasanya, tusuk sate saja impor. Targetnya di tahun 2022 ini 1.000 lansia kami berdayakan, ini sudah berjalan. Jika 1 lansia bisa memproduksi 5 kg tusuk sate, maka dalam sehari bisa 5 ton. Kalau 5 ton per hari, kebutuhan dalam negeri bisa tercukupi,” ujarnya.

Dia mengapresiasi PTBA yang sangat mendukung program ini. Berkat bantuan PTBA, masyarakat Desa Sidomulyo kini tergerak membuka peluang bisnis baru.

“Bukit Asam Pelabuhan Tarahan seperti orang tua yang telah membuat cita-cita mulia kami terwujud dengan peningkatan penghasilan kelompok rentan, kesiapan workshop mandiri dan central market,” kata Samadi.

Masyarakat yang diberdayakan dari program pembuatan tusuk sate pun melakukan kegiatan pemberdayaan dan amal dengan menyisihkan sebagian laba penjualan tusuk sate. Setiap bulan, laba sebesar Rp 6-8 juta didistribusikan untuk operasional TPQ Mutiara Ummat Insani yang mengasuh 37 santri.

Manager SDM, Umum, Keuangan dan CSR PTBA Unit Pelabuhan Tarahan, Hamdani pada kesempatan yang sama menyampaikan sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (Sustainability) PTBA melakukan berbagai pendampingan pemberdayaan masyarakat dengan memperhatikan standar ESG dan GRC, salah satunya budidaya dan hilirisasi bambu.

Ia mengatakan, sinergi antar pemangku kepentingan sangat penting agar kebutuhan tusuk sate dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Bagaimana agar tusuk sate ini bisa diproduksi seluruhnya di dalam negeri. PTBA menjalankan program ini melalui kolaborasi dengan pemerintah, para praktisi, dan masyarakat,” ujar Hamdani.

Pengembangan produksi tusuk sate merupakan bagian dari Program Bamboo for Life yang dijalankan PTBA sejak 2014 di area Pelabuhan Tarahan, kemudian dilanjutkan ke berbagai daerah di sekitar perusahaan. Penanaman bambu dilakukan untuk merestorasi lahan yang gersang.

“Secara kumulatif, sudah 13.624 unit pohon bambu pada lahan seluas 49 hektare (ha) yang ditanam PTBA di berbagai daerah di Provinsi Lampung. Serapan karbon mencapai 3.509 ton CO2e per tahun,” ucapnya.

Tak hanya konservasi lingkungan, Program Bamboo for Life juga memberi manfaat pada masyarakat. PTBA Unit Pelabuhan Tarahan sejak 2018 membantu masyarakat melakukan hilirisasi bambu. Selain tusuk sate, bambu juga diolah menjadi cuka bambu dengan berbagai produk turunan seperti pupuk organik cair, hand sanitizer, obat herbal cuka bambu, hingga disinfektan.

Program Bamboo for Life berhasil membawa PTBA meraih penghargaan PROPER Emas secara berturut-turut pada 2020 dan 2021. (Sw)

ShareTweetPin

Baca Juga Posts

Peduli Generasi Masa Depan, PTBA Salurkan 1.250 Box Susu untuk Dukung Penanganan Stunting di Lawang Kidul
Headline

Peduli Generasi Masa Depan, PTBA Salurkan 1.250 Box Susu untuk Dukung Penanganan Stunting di Lawang Kidul

Sabtu, 31 Oktober 2026
PTBA Gandeng UGM Uji Pupuk Kalium Humat di Sawahlunto, Dorong Produktivitas Pertanian
Ekonomi dan Bisnis

PTBA Gandeng UGM Uji Pupuk Kalium Humat di Sawahlunto, Dorong Produktivitas Pertanian

Rabu, 28 Oktober 2026
PTBA Raih Tiga Prestasi di IMERC 2026, Perkuat Kesiapsiagaan Tim Tanggap Darurat
Headline

PTBA Raih Tiga Prestasi di IMERC 2026, Perkuat Kesiapsiagaan Tim Tanggap Darurat

Sabtu, 24 Oktober 2026
Tiga Mahasiswa Penerima BIDIKSIBA PTBA Berhasil Wujudkan Impian Pendidikan Tinggi
Headline

Tiga Mahasiswa Penerima BIDIKSIBA PTBA Berhasil Wujudkan Impian Pendidikan Tinggi

Selasa, 20 Oktober 2026
Dari Tapis, Batik Kujur hingga Songket Silungkang, PTBA Pamerkan Wastra Nusantara di INACRAFT 2026
Ekonomi dan Bisnis

Dari Tapis, Batik Kujur hingga Songket Silungkang, PTBA Pamerkan Wastra Nusantara di INACRAFT 2026

Jumat, 9 Oktober 2026
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional
Ekonomi dan Bisnis

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Senin, 5 Oktober 2026
Post Berikutnya
Dihapus Dari Penerima BLT, Warga Desa Lingkis Demo Kades di DPMD

Dihapus Dari Penerima BLT, Warga Desa Lingkis Demo Kades di DPMD

KPK Sebut Indikator Pencegahan Korupsi di OKI On The Track

KPK Sebut Indikator Pencegahan Korupsi di OKI On The Track

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

Muara Enim Segera Terapkan Program Makan Bergizi Gratis, 3 Kecamatan Dibangun Dapur SPPG

Muara Enim Segera Terapkan Program Makan Bergizi Gratis, 3 Kecamatan Dibangun Dapur SPPG

Selasa, 11 Februari 2025

Pemkab Muara Enim Jalin Kerjasama dengan BIG

Jumat, 8 November 2019
HPN 2021 di Lubuklinggau, SMSI Sumsel Gelar Berbagai Even

HPN 2021 di Lubuklinggau, SMSI Sumsel Gelar Berbagai Even

Jumat, 29 Januari 2021

Popular Stories

  • Polsek Lawang Kidul Amankan Pelaku Sodomi Anak Dibawah Umur

    Polsek Lawang Kidul Amankan Pelaku Sodomi Anak Dibawah Umur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dp Rp3,3 juta Sudah Dapat Kredit Rumah, Ini penjelasanya Sekretaris REI Muara Enim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejari OKI Akan Periksa 8 Kades di Kecamatan Pedamaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di Muara Enim Terancam Ditunda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Sumsel H Herman Deru Terima As Sajidin Award

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Gali Kabar

© 2021 Galikabar.com

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekobis
  • Kesehatan
  • Travel
  • Video

© 2021 Galikabar.com