Foto : suasana kegiatan
OKI I galikabar – Pers meiliki peran penting dalam mengawal tahapan pemilu serentak yang akan diselenggarakan pada 2024 mendatang. Tanpa adanya peran pers dalam memberitakan proses tahapan pilkada, melalui media massa, online, televisi dan lain sebagainya, maka pelaksanaan demokrasi tidak berjalan dengan baik.
Hal ini dikatakan Dr Icuk M Sakir, S.Sos,.MSi, yang menjadi narasumber pada kegiatan media gathering dengan Bawaslu Kabupaten OKI, Rabu (23/11/22) di Hotel Cipta Kayuagung.
Dosen Fakultas Komunikasi Stisipol Candradimuka Palembang ini, mengatakan, seorang wartawan harus profesional dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, dengan selalu berpegang pada kode etik.
“Dalam membuat berita, seorang wartawan dituntut cover both side atau berimbang. ” katanya.
Dikatakan Icuk, wartawan harus bersikap skeptis atau tidak gampang percaya dengan informasi yang belum pasti kebenarannya.
“Harus dicari sumbernya. Jangan langsung tayang. ” sarannya.
Mengenai rumus membuat berita 5W1H, menurut Icuk itu adalah hal yang paling dasar.
“Kalau sudah tingkat profesional seorang wartawan harus kreatif, dengan membuat feature mengangkat sisi menarik dari seorang.
“Contoh ada seorang driver online terjadi kecelakaan, kalau kita hanya sebatas berita langsung dengan rumus 5W1H, sedangkan media kita mingguan, pasti basi. Tidak menarik lagi untuk ditayangkan. ” terangnya.
Oleh karena itu, nalar wartawan dibutuhkan untuk mengolah informasi semenarik mungkin. Karena tidak selamanya bad news is good news. (DONI)












