Foto : Ketua MKKS SMK Kabupaten OKI, Nafion, S.Pd,. M.Si menerima penghargaan dari Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru.
OKI I galikabar.com – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menerima penghargaan dari Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru, SH atas dukungan penyelenggaraan Festival Seni Budaya Pelajar SMK se – Sumatera Selatan tahun 2022.
Penghargaan tersebut diterima langsung Ketua MKKS Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Nafion, S.Pd,. MSi bersama penerima penghargaan lainnya.
Ketua MKKS SMK se Kabupaten OKI, Nafion, S.Pd, M.Si mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan oleh Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru, SH. “Kami ucapakan kepada pak gubernur atas penghargaan ini. Semoga kegiatan festival seni budaya pelajar SMK tahun ini di Kabupaten OKI berlangsung sukses,” katanya, Kamis (15/9/22) di lapangan Segitiga Emas Kayuagung.
Gubernur Sumsel, H Herman Deru, SH mengatakan, Festival Seni Budaya Pelajar SMK se Sumatera Selatan ini merupakan tahun kedua dilaksanakan, yang sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten OKU Timur tahun 2021 lalu.
Festival Seni Budaya Pelajar SMK se Sumatera Selatan ini, sabagai ajang pembinaan minat, bakat dan kreativitas para siswa, khususnya SMK.
“Pada kegiatan ini saya mengajak seluruh siswa, SMK khususnya, untuk sama sama menjadi manusia intelektual yang paham teknologi, IT, namun tidak meninggalkan adat budaya,” kata Herman Deru dihadapan ratusan pelajar SMK se Sumatera Selatan.
Dikatakan Gubernur, Provinsi Sumatera Selatan memiliki keberagaman adat budaya, melebihi daerah lain. Baik kualitas dan kuantitas.
“Kita harus jaga kelestarian ini budaya ini, dan inilah tugas generasi muda kita,” ungkapnya.
Di Sumsel sendiri, kata Herman Deru, ada 51 suku yang sepakat mempertahankan Sumsel sebagai wilayah zero konflik.
Oleh karena itu, melalui kegiatan festival seni budaya pelajar SMK se Sumatera Selatan di Kabupaten OKI, pihaknya tidak ingin generasi muda lupa akan adat budaya, akibat tergerus oleh zaman digitalisasi saat ini.
“Untuk mengimplementasikan hal ini, kita sudah buat perdanya tentang budaya. Yang dibuktikan dengan simbol tanjak sebagai senjata tajam pemersatu keberagaman adat budaya, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. Semua instansi dan sekolah sudah dibangun simbol tanjak, ini sebagai ciri khas budaya yang ada di Sumsel,” ujarnya.
Herman Deru, juga meminta kepada seluruh Kepala SMK di wilayah Sumatera Selatan untuk menyiapkan para siswanya, yang siap kerja, paham IT, digitalisasi tanpa meninggalkan akar budaya sebagai sebagai orang Sumsel.
Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumsel, Mondya Boni, SE,. M.Si, mengatakan, kegiatan festival seni budaya pelajar SMK tahun ini diikuti 500 peserta dari 17 Kabupaten/Kota.
Adapun lomba yang digelar dalam kegiatan dilaksanakan dari tanggal 14 – 17 September ini, diantaranya : Jingle SMK Bisa SMK Maju, modifikasi pakai adat, tari kreasi, dance pelajar, fashion karnaval budaya, debat bahasa Inggris. (DONI)













